Ibu Kita Kartini
Ciptaan: W.R. Supratman
Ibu kita Kartini, putri sejati
Putri Indonesia, harum namanya
Ibu kita Kartini, pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia
Ibu kita Kartini, Putri jauhari
Putri yang berjasa, se-Indonesia
Ibu kita Kartini, Putri yang suci
Putri Yang merdeka, cita-citanya
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia
Ibu kita Kartini, pendekar putri.
Pendekar kaum ibu, se-indonesia.
Ibu kita Kartini, penyuluh budi,
Penyuluh Bangsanya, karena cintanya.
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia
Kilas ibu Kartini
Ciptaan: W.R. Supratman
Ibu kita Kartini, putri sejati
Putri Indonesia, harum namanya
Ibu kita Kartini, pendekar bangsa
Pendekar kaumnya untuk merdeka
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia
Ibu kita Kartini, Putri jauhari
Putri yang berjasa, se-Indonesia
Ibu kita Kartini, Putri yang suci
Putri Yang merdeka, cita-citanya
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia
Ibu kita Kartini, pendekar putri.
Pendekar kaum ibu, se-indonesia.
Ibu kita Kartini, penyuluh budi,
Penyuluh Bangsanya, karena cintanya.
Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia
Kilas ibu Kartini
Ibu Kartini lahir di desa mayon, Jepara pada 21 April 1879
Ayah Kartini menjabat Asisten Wedana onderdistrik Mayong, Kabupaten Jepara, dan memiliki rumah yang luas. Kartini dari anak selir, yang lahir di bagian belakang rumah Ayahnya, rumah yang lebih kecil.
Masa sekolah Kartini tidak jelas di usia berapa, hanya berdasarkan surat-suratnya yang di tujukan ke sahabat-sahabatnya di luar negri (Belanda) antara lain Ny. Estelle Zeehandellar, melukiskan kehidupan dirinya, perasaan-perasaan kartini yang di diskriminasikan oleh lingkungannya (keluarga dan guru-gurunya).
Sekilat, itulah kehidupan Kartini di masa lalu,
Nah kira-kira kalau sekarang Ibu Kartini masih hidup, apa ya yang di rasakannya ?
Saya dapat kirimin email dari kawan yang menggambarkan, kira-kira seperti inilah, jika Ibu Kartini masih hidup di abad 21
Semoga Ibu Kartini tenang dan bangga melihat hasil yang telah susah payah di perjuangkannya, dan semua amal ibadah beliau di terima Allah SWT, amin

0 komentar:
Posting Komentar